nupurwakarta.or.id — Suasana halaman Yayasan Darussalam, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, tampak lebih khidmat dari biasanya pada Jumat (23/1/2026). Ratusan kader muda berseragam loreng cokelat khas Barisan Ansor Serbaguna (Banser) berbaris rapi mengikuti pembukaan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (DIKLATSAR) Banser Angkatan ke-2 Tahun 2026.
Kegiatan yang digelar selama tiga hari, 23–25 Januari 2026 ini, resmi dibuka oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor bersama Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Banser Kecamatan Plered. Diklatsar kali ini mengusung misi strategis: memperkuat militansi kader sebagai Benteng Ulama dan Benteng Negara, sekaligus menyiapkan Banser sebagai garda terdepan dalam kesiapsiagaan dan tanggap bencana.
Komandan Satkoryon Banser Plered dalam laporannya menegaskan bahwa agenda Diklatsar tahun ini memiliki fokus khusus pada penguatan peran kemanusiaan. “Banser Purwakarta saat ini sedang mempersiapkan pembentukan Satgas Siaga Bencana. Karena itu, kader harus dibekali kemampuan yang relevan dengan kondisi riil di lapangan,” ujarnya.
Sinergi Ulama dan Umaro
Pembukaan DIKLATSAR dihadiri jajaran tokoh penting Nahdlatul Ulama dan pemerintah setempat. Tampak hadir Rais Syuriah PCNU dan jajaran Tanfidziyah PCNU Kabupaten Purwakarta, pengurus PW GP Ansor Jawa Barat, PC GP Ansor Kabupaten Purwakarta, unsur Muspika Kecamatan Plered, serta para sesepuh NU.
Kehadiran ulama dan unsur pemerintah ini menegaskan kuatnya sinergi ulama dan umaro dalam mendukung peran Banser menjaga stabilitas sosial, keamanan wilayah, dan misi kemanusiaan. Banser dinilai bukan hanya sebagai pasukan pengamanan kegiatan keagamaan, tetapi juga sebagai elemen strategis dalam penanganan situasi darurat di tengah masyarakat.
Banser sebagai Garda Kemanusiaan
Dalam Diklatsar ini, peserta mendapatkan materi khusus terkait kesiapsiagaan bencana, mengingat sejumlah wilayah di Kabupaten Purwakarta tergolong rawan terdampak cuaca ekstrem dan bencana alam.
Materi yang diberikan meliputi pembentukan mental respons cepat agar Banser siap menjadi relawan pertama saat musibah terjadi, pelatihan mitigasi dan penyelamatan dasar untuk meminimalkan risiko korban, serta penguatan sistem satu komando antara Banser dan aparat Muspika, khususnya TNI dan Polri, dalam penanganan darurat di lapangan.
Latihan fisik, kedisiplinan, dan simulasi penanganan bencana menjadi bagian penting dari rangkaian pendidikan yang dijalani para peserta.
Pesan Tegas PC GP Ansor Purwakarta
Ketua PC GP Ansor Kabupaten Purwakarta, H. Deden Rohmatur Raudhoh, dalam arahannya menekankan bahwa Banser harus hadir sebagai solusi nyata bagi masyarakat.
“Banser bukan sekadar menjaga pengajian atau barisan acara. Ketika rakyat menghadapi kesulitan, terutama saat bencana, Banser harus hadir paling depan. Diklatsar ini adalah kawah candradimuka untuk memastikan setiap anggota memiliki kesiapan mental, fisik, dan loyalitas pengabdian,” tegasnya di hadapan peserta.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta Diklatsar akan menjalani berbagai tahapan pendidikan, mulai dari materi kebangsaan, ke-NU-an, kedisiplinan organisasi, hingga simulasi tanggap darurat. Seluruh rangkaian kegiatan dijadwalkan berakhir pada Minggu (25/1/2026) dengan prosesi pembaretan sebagai simbol resmi pengukuhan kader Banser.
Diklatsar ini diharapkan melahirkan kader-kader Banser yang tangguh, militan, dan siap mengabdi untuk agama, bangsa, dan kemanusiaan, khususnya dalam menghadapi situasi darurat di Kabupaten Purwakarta.***
KOIN NU PURWAKARTA
Scan QR Code di bawah atau klik tombol "Donasi Sekarang" untuk memberikan Koin NU via DANA.
Donasi Sekarang
Terima kasih atas dukungan Anda!
Disclaimer: Koin NU ini dikelola oleh PCNU Purwakarta.







Tinggalkan Balasan