nupurwakarta.or.id – Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sekaligus Ketua Panitia Muktamar NU, Saifullah Yusuf, melakukan koordinasi strategis dengan menghadap Wakil Rais Aam PBNU, KH Afifuddin Muhadjir, di Sukorejo, Situbondo, pada Sabtu.
Pertemuan yang bertepatan dengan momentum Idulfitri tersebut menjadi ajang krusial bagi pria yang akrab disapa Gus Ipul ini untuk melaporkan perkembangan terkini terkait agenda-agenda besar jam’iyah, termasuk pelaksanaan Musyawarah Nasional serta Konferensi Besar NU yang direncanakan berlangsung pada April 2026.
Fokus utama dalam laporan tersebut adalah memastikan seluruh tahapan menuju puncak Muktamar NU yang dijadwalkan pada medio Juli atau Agustus mendatang tetap berjalan sesuai dengan garis organisasi.
Langkah ini merupakan manifestasi dari komitmen jajaran pengurus struktural dalam mematuhi hierarki kepemimpinan serta menjaga marwah organisasi melalui tradisi sowan kepada para ulama sepuh.
Gus Ipul menegaskan bahwa pelaporan ini tidak sekadar bersifat administratif, melainkan sebuah ikhtiar spiritual untuk memohon restu agar seluruh perhelatan akbar tersebut dapat terlaksana dengan tertib dan membawa kemaslahatan bagi umat luas.
Ekspektasi besar disematkan pada forum-forum tersebut guna melahirkan keputusan strategis bagi masa depan Nahdlatul Ulama di tengah dinamika tantangan global yang semakin kompleks.
“Munas Konbes insyaAllah bulan April ini dan Muktamar nanti Juli atau Agustus,” tutur Gus Ipul saat menjelaskan linimasa agenda organisasi di hadapan Kyai Afifuddin.
Selain membahas teknis manajerial muktamar, kunjungan ini dimanfaatkan sebagai ruang untuk menyerap nasihat serta petuah bijak dari para masyayikh sebagai pedoman dalam mengelola organisasi.
Setelah merampungkan agenda di Sukorejo, Gus Ipul melanjutkan rangkaian silaturahmi ke Pesantren Wali Songo Situbondo untuk berdialog dengan KH Raden Muhammad Kholil As’ad.
Dalam pertemuan tersebut, ia merefleksikan kembali signifikansi bimbingan para ulama yang menjadi pilar kekuatan moral dan spiritual dalam mengemban amanah besar sebagai pucuk kepanitiaan Muktamar.
Rangkaian perjalanan ini diakhiri dengan kunjungan ke kediaman KH Idris Hamid di Pesantren Salafiyah, Kota Pasuruan.
Melalui safari silaturahmi tersebut, Gus Ipul menegaskan kembali bahwa kohesi antara struktur pengurus dengan basis ulama pesantren adalah kunci utama dalam menjalankan program-program organisasi yang berdampak konkret bagi masyarakat.
Kehadiran para kiai sebagai payung spiritual diharapkan mampu memberikan penguatan batiniah bagi jajaran panitia dalam mematangkan persiapan menuju forum tertinggi di organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.***
KOIN NU PURWAKARTA
Scan QR Code di bawah atau klik tombol "Donasi Sekarang" untuk memberikan Koin NU via DANA.
Donasi Sekarang
Terima kasih atas dukungan Anda!
Disclaimer: Koin NU ini dikelola oleh PCNU Purwakarta.







Tinggalkan Balasan