nupurwakarta.or.id โ Ketua PCNU Kabupaten Purwakarta, KH. Ahmad Anwar Nasihin, mengupas tuntas sejarah transformasi Persia menjadi Iran serta peran krusial bangsa tersebut dalam membela Islam melalui jalur intelektual.
Dengan merujuk pada hadis Nabi Muhammad SAW tentang kecerdasan bangsa Persia, Kyai Anwar menegaskan bahwa kontribusi wilayah yang kini menjadi negara Iran tersebut adalah fondasi utama yang menjaga kemurnian peradaban Islam hingga saat ini.
ุญูุฏููุซูููู ู
ูุญูู
ููุฏู ุจููู ุฑูุงููุนูุ ููุนูุจูุฏู ุจููู ุญูู
ูููุฏูุ ููุงูู ุนูุจูุฏู ุฃูุฎูุจูุฑูููุง ููููุงูู ุงุจููู ุฑูุงููุนูุ ุญูุฏููุซูููุง ุนูุจูุฏู ุงูุฑููุฒููุงููุ ุฃูุฎูุจูุฑูููุง ู
ูุนูู
ูุฑูุ ุนููู ุฌูุนูููุฑู ุงููุฌูุฒูุฑููููุ ุนููู ููุฒููุฏู ุจููู ุงูุฃูุตูู
ููุ ุนููู ุฃูุจูู ููุฑูููุฑูุฉูุ ููุงูู: ููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
:
“ูููู ููุงูู ุงูุฏููููู ุนูููุฏู ุงูุซููุฑููููุง ููุฐูููุจู ุจููู ุฑูุฌููู ู
ููู ููุงุฑูุณู – ุฃููู ููุงูู ู
ููู ุฃูุจูููุงุกู ููุงุฑูุณู – ุญูุชููู ููุชูููุงูููููู”
“Seandainya iman itu tergantung di bintang Tsurayya, niscaya orang-orang dari keturunan Persia akan meraihnya.” Sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim ini menjadi landasan kuat bagi KH. Ahmad Anwar Nasihin dalam menjelaskan betapa istimewanya kedudukan bangsa Persia dalam sejarah Islam.
Beliau memaparkan bahwa hadis tersebut bukan sekadar pujian, melainkan nubuat yang terbukti secara faktual melalui lahirnya ribuan ulama dan ilmuwan besar dari tanah Persia yang mendedikasikan hidupnya untuk membela akidah dan syariat.
Terkait identitas negara, Pimpinan Pondok Pesantren Liung Gunung Plered tersebut menjelaskan bahwa istilah Persia merupakan penyebutan yang dipopulerkan oleh bangsa Yunani kuno, sementara nama Iran adalah identitas asli yang berarti “Tanah Bangsa Arya”.
Perubahan nama secara resmi di kancah internasional pada tahun 1935 merupakan momentum bagi Iran untuk menegaskan martabatnya sebagai bangsa yang berdaulat.
Meski nama berganti, semangat literasi dan pembelaan terhadap Islam yang telah melekat sejak masa kekaisaran tetap menjadi jati diri yang tak terpisahkan dari masyarakat Iran modern.
Dalam perjalanan sejarahnya, pembelaan bangsa Persia terhadap Islam terlihat nyata melalui penjagaan otentisitas ajaran Nabi.
Kyai Anwar menyoroti fakta bahwa mayoritas penyusun kitab hadis utama, termasuk Imam Bukhari dan Imam Muslim, merupakan ulama yang tumbuh dalam ekosistem keilmuan Persia.
Tanpa kegigihan mereka dalam menyeleksi dan mengkodifikasi hadis, umat Islam saat ini mungkin akan kehilangan referensi hukum yang valid.
Begitu pula dengan sosok Imam Al-Ghazali, putra asli Persia yang menjadi benteng pertahanan akidah Islam saat menghadapi arus pemikiran filsafat yang mengancam integritas iman umat.
Sebagai penutup, KH. Ahmad Anwar Nasihin mengajak masyarakat di Kabupaten Purwakarta, khususnya para santri di Pondok Pesantren Liung Gunung, untuk mengambil inspirasi dari kegigihan bangsa Persia dalam menuntut ilmu.
Beliau menekankan bahwa membela Islam di era digital saat ini harus dilakukan dengan memperkuat literasi dan kecerdasan berpikir.
Dengan memahami sejarah panjang Iran dan kontribusi besar Persia, diharapkan umat Islam memiliki wawasan yang inklusif dan terus menjaga tradisi intelektual sebagai bentuk pembelaan tertinggi terhadap agama.***
KOIN NU PURWAKARTA
Scan QR Code di bawah atau klik tombol "Donasi Sekarang" untuk memberikan Koin NU via DANA.
Donasi Sekarang
Terima kasih atas dukungan Anda!
Disclaimer: Koin NU ini dikelola oleh PCNU Purwakarta.







Tinggalkan Balasan