Menu

Mode Gelap

Warta ˇ¤ 13 Mar 2026 19:24 WIB

KH Ahmad Anwar Nasihin: NU Harus Cerdas Menilai Siapa yang Benar-Benar Mencintai Dakwah Nahdlatul Ulama

KH Ahmad Anwar Nasihin: NU Harus Cerdas Menilai Siapa yang Benar-Benar Mencintai Dakwah Nahdlatul Ulama Perbesar

nupurwakarta.or.id – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Purwakarta, KH Ahmad Anwar Nasihin, menyampaikan pidato penting mengenai arah loyalitas dan komitmen organisasi. Dalam pesannya, beliau menekankan agar seluruh warga Nahdliyin mampu membedakan siapa saja pihak yang memiliki ketulusan dalam mendukung perjuangan NU di era globalisasi ini.

Membuka sambutannya dalam acara Rapat Koordinasi PCNU Purwakarta yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Riyadul Muta’alimin Cireok, Kamis 12 Maret 2026, Kiai Anwar mengajak seluruh jemaah untuk merenungi untaian kalam bijak dari Imam Al-Ghazali. Beliau memaparkan bahwa ada tiga pelajaran besar yang bisa diambil dalam hidup, yakni al-hayatu tu’allimukal hubba yang berarti kehidupan mengajarkan kita cinta, kemudian wat-tajarubu tu’allimuka man tuhibbu yang artinya pengalaman mengajarkan siapa yang harus kita cintai, serta wal-mawaqifu tu’allimuka man yuhibbuka yang bermakna situasi mengajarkan siapa yang mencintai kita.

“Pertama, kehidupan mengajarkan kita cinta. Kedua, pengalaman mengajarkan siapa yang harus kita cintai. Ketiga, situasi mengajarkan siapa yang mencintai kita,” ujar Kiai Anwar dengan lugas.

Beliau kemudian memberikan penekanan strategis bahwa di era modern dan masa globalisasi sekarang ini, warga NU dituntut untuk pandai menentukan sikap. Menurutnya, pemahaman mengenai siapa yang harus dicintai dan siapa yang benar-benar mencintai organisasi sangatlah krusial agar tidak terjadi kesalahan dalam mengambil langkah.

“Maka harus pandai-pandai di era modern ini, di era globalisasi ini, siapa yang harus kita cintai dan siapa yang mencintai kita. Jangan sampai NU salah mencintai seseorang. Jangan sampai NU salah dalam menentukan komitmen dan pilihan. Maka NU harus benar-benar (tahu) siapa yang mencintai NU, berarti dia yang membantu dakwah Nahdlatul Ulama,” tegasnya.

Di sela-sela pidatonya, Kiai Anwar juga secara khusus mengapresiasi loyalitas jajaran pengurus PCNU Purwakarta. Beliau menyebut peran Rais Syuriyah yang luar biasa pengorbanannya dalam memfasilitasi acara sehingga dapat terselenggara dengan baik. Tak hanya itu, beliau juga melontarkan apresiasi sekaligus seloroh kepada bendahara organisasi yang dinilai memiliki militansi tinggi.

“Ada wakil ketua, ada bendahara yang belum memegang uang tapi sudah bisa mengeluarkan uang ini. Jadi hebatnya bendahara Purwakarta, belum mempunyai uang, belum dapat anggaran, tapi ya kita terus press harus mengeluarkan anggaran,” ungkapnya disambut tawa para hadirin.

Menutup pernyataannya, Kiai Anwar kembali mengingatkan prinsip utama dalam berorganisasi di bawah bendera Nahdlatul Ulama. “Siapa yang mencintai kita dan siapa yang harus kita cintai, harus bisa kita tentukan. NU jangan salah mencintai,” pungkas beliau mengakhiri pidato.

 

KOIN NU PURWAKARTA

Scan QR Code di bawah atau klik tombol "Donasi Sekarang" untuk memberikan Koin NU via DANA.

QR Code Koin NU via DANA
Donasi Sekarang

Terima kasih atas dukungan Anda!

Disclaimer: Koin NU ini dikelola oleh PCNU Purwakarta.

Artikel ini telah dibaca 30 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gus Ipul Pastikan Kesiapan Muktamar NU Saat Sowan ke Kediaman KH Afifuddin Muhadjir

29 Maret 2026 - 13:03 WIB

Perkuat Jamiyyah, PAC Muslimat NU Bojong Berbagi Berkah Ramadhan dan Santuni Lansia

8 Maret 2026 - 12:08 WIB

9.000 Santri Padati Alun-alun Purwakarta, Ketua PCNU Serukan Santri Harus Mendunia!

22 Oktober 2025 - 14:07 WIB

Ketua PCNU Purwakarta Imbau Santri Ikuti Pawai dan Apel Hari Santri Nasional 2025 dengan Tertib dan Khidmat

21 Oktober 2025 - 20:05 WIB

PC Fatayat NU dan JP3M Purwakarta Gelar Halaqoh NU Women dalam Rangka Hari Santri Nasional 2025

20 Oktober 2025 - 11:25 WIB

Halaqoh NU Women dalam rangka Hari Santri Nasional 2025

Halaqoh NU Women Purwakarta Bahas Peran Santri Perempuan di Era Digital

19 Oktober 2025 - 16:15 WIB

Trending di Warta