Ampas dari proses pembuatan biogas nantinya akan dimanfaatkan sebagai pakan peternakan cacing.
“Dari cacing ada dua output, pertama cacingnya dijual dan vermi kompos,” tambah Yasid Ghufroni.
Yasid juga mengungkapkan bahwa harga cacing saat ini sekitar Rp30 per kilogram, sedangkan vermi kompos dihargai Rp2.500 per kilogram. Vermi kompos sendiri dikenal sebagai pupuk yang sangat bagus untuk tanaman.
Baca Juga :
PCNU Kabupaten Purwakarta Gelar Rakor Bersama Bank BJB dengan Hadirkan Tiga Lembaga NU
Selain pemanfaatan kotoran sapi (kohe), LPPNU Purwakarta juga berencana memanfaatkan urine sapi untuk dijadikan pupuk organik cair (POC) dan pupuk tepung.
“Tepuk tepung ini adopsi dari kitab Al-Filaha,” jelas Yasid.
Kunjungan ini menunjukkan komitmen LPPNU Purwakarta dalam mengembangkan pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Baca Juga :
Muharram Berkah, ISNU Kecamatan Sukasari Santuni Anak Yatim
Dengan memanfaatkan limbah peternakan sebagai sumber energi dan pupuk, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi serta produktivitas pertanian di Purwakarta.
LPPNU Purwakarta berencana untuk terus melakukan inovasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak guna mewujudkan pertanian yang lebih maju dan berkelanjutan.
Kunjungan ke Peternakan Sapi Linggar Keramat menjadi langkah awal yang penting dalam mewujudkan program biogas dan berbagai program inovatif lainnya.***
Kontributor: Enjang Sugianto/LPPNU Purwakarta
Editor: Sahril Sidik
KOIN NU PURWAKARTA
Scan QR Code di bawah atau klik tombol "Donasi Sekarang" untuk memberikan Koin NU via DANA.
Donasi Sekarang
Terima kasih atas dukungan Anda!
Disclaimer: Koin NU ini dikelola oleh PCNU Purwakarta.







Tinggalkan Balasan