nupurwakarta.or.id – Anggota DPR RI Komisi VIII Fraksi Gerindra sekaligus Ketua Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Wathan (NW), Hj. Lale Syifaunnufus, melakukan silaturahmi dengan jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Purwakarta di Saung Qonun Asasi Linggar Kramat, Minggu (7/6/2026).
Pertemuan yang berlangsung selama beberapa jam itu tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi. Dalam suasana diskusi yang hangat, Lale Syifaunnufus juga menyerap berbagai pandangan dan masukan dari kalangan pesantren serta tokoh NU terkait sejumlah persoalan yang belakangan mencuat di lingkungan pesantren.
Ketua PCNU Purwakarta, KH Ahmad Anwar Nasihin, mengatakan kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk menyampaikan aspirasi dan pandangan para tokoh pesantren kepada Komisi VIII DPR RI yang membidangi urusan keagamaan.
Menurutnya, berbagai dinamika yang terjadi di lingkungan pesantren belakangan ini perlu menjadi perhatian serius pemerintah, khususnya Kementerian Agama.
“Beliau meminta pendapat dari tokoh pesantren dan tokoh NU terkait banyak kejadian yang terjadi di pesantren akhir-akhir ini,” ujar KH Ahmad Anwar Nasihin.
Secara khusus, KH Ahmad Anwar Nasihin menekankan pentingnya kehadiran negara dalam hal pengawasan terhadap pondok pesantren demi mengembalikan dan memperkuat kembali kepercayaan masyarakat.
“Masukan dari saya, perlu adanya pengawasan kepada pondok pesantren karena pesantren itu bisa dikatakan lembaga yang tertutup, yang tidak bisa disentuh oleh semua kalangan. Maka saya meminta menyampaikan aspirasi kepada Komisi VIII untuk memberikan masukan kepada Kementerian Agama bahwa pesantren itu harus ada pengawasan ke pondok pesantren agar kepercayaan itu tumbuh kembali, tumbuh besar terhadap pondok pesantren,” tegasnya.
Ia menjelaskan, masukan tersebut dinilai sangat krusial dan momentumnya tepat karena Komisi VIII DPR RI dijadwalkan menggelar rapat kerja bersama Menteri Agama pada Senin (8/6/2026).
“Senin ini Komisi VIII akan rapat dengan Menteri Agama. Karena itu beliau ingin mendapatkan pandangan langsung dari kalangan pesantren dan NU,” katanya.
Dalam diskusi tersebut, sejumlah isu yang berkaitan dengan dunia pesantren, pembinaan lembaga pendidikan keagamaan, perlindungan santri, hingga penguatan tata kelola pesantren menjadi bagian dari pembahasan utama.
KH Ahmad Anwar Nasihin menilai langkah menyerap aspirasi langsung dari para kiai dan tokoh pesantren merupakan bentuk keseriusan wakil rakyat dalam memahami persoalan yang berkembang di lapangan sebelum dibahas di tingkat nasional.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Bendahara PCNU Purwakarta Kiki Ismail dan Wakil Ketua PCNU Purwakarta Habib Abdullah.
Silaturahmi ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama sebagai simbol komitmen menjaga komunikasi antara kalangan pesantren, organisasi keagamaan, dan para pemangku kebijakan dalam memperkuat peran pesantren sebagai pilar pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.***
KOIN NU PURWAKARTA
Scan QR Code di bawah atau klik tombol "Donasi Sekarang" untuk memberikan Koin NU via DANA.
Donasi Sekarang
Terima kasih atas dukungan Anda!
Disclaimer: Koin NU ini dikelola oleh PCNU Purwakarta.







Tinggalkan Balasan