Menu

Mode Gelap

Opini ¡¤ 10 Agu 2025 19:55 WIB

Jangan Pernah Menganggap Enteng Baiat!

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Purwakarta, H. Ahmad Sanusi saat mengikuti PD PKPNU angkatan ke-6 di Ponpes Cireok, Campaka. Perbesar

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Purwakarta, H. Ahmad Sanusi saat mengikuti PD PKPNU angkatan ke-6 di Ponpes Cireok, Campaka.

Oleh Deden Yasin (Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Kab. Purwakarta)

Baiat—janji setia kepada seorang pemimpin dalam Islam—bukanlah perkara sepele. Ia bukan sekadar ucapan di bibir, melainkan komitmen yang mengikat hati, lisan, dan perbuatan. Dalam ajaran Islam, baiat berarti kesediaan untuk taat dan patuh kepada pemimpin dalam hal-hal yang makruf (kebaikan).

Konsekuensinya sangat besar. Pelanggaran terhadap baiat bahkan dapat digolongkan sebagai dosa besar, membawa dampak buruk, baik di dunia maupun di akhirat.

Setidaknya ada lima hal penting yang perlu dipahami dari konsekuensi baiat:

  1. Kewajiban Taat
    Mereka yang telah berbaiat wajib taat kepada pemimpin selama perintahnya tidak bertentangan dengan ajaran Islam.
  2. Menjauhi Pemberontakan
    Mengingkari baiat dan memberontak terhadap pemimpin yang sah merupakan pelanggaran berat yang dilarang dalam Islam.
  3. Menanggung Akibat Perbuatan
    Pelanggaran baiat akan membawa kerugian besar, sebaliknya, menepati janji tersebut akan mendatangkan pahala dan keberkahan.
  4. Ujian Keimanan
    Baiat sering kali menjadi tolok ukur kesetiaan seseorang pada ajaran Islam dan kepemimpinan yang sah.
  5. Kerusakan Ukhuwah
    Ingkar baiat dapat menimbulkan perpecahan dan merusak persaudaraan sesama muslim.

Penting untuk diingat, baiat dalam Islam tidak boleh dilakukan secara serampangan. Ia hanya sah bila diberikan kepada pemimpin yang sah, dilakukan atas dasar kesukarelaan, dan tanpa paksaan. Baiat yang lahir dari tekanan atau diberikan kepada pemimpin yang tidak sah, tidak memiliki legitimasi syar’i.

Di era modern, baiat kerap disalahpahami, bahkan disalahgunakan untuk kepentingan yang bertentangan dengan ajaran Islam. Ada pula yang memaksakan baiat demi kepentingan kelompok. Padahal, penyalahgunaan ini justru merusak citra Islam dan mengoyak persatuan umat.

Karena itu, jangan pernah menganggap enteng baiat. Ia adalah amanah, janji di hadapan Allah, yang konsekuensinya sangat berat.

Wallahu a’lam bish-shawab.

 

KOIN NU PURWAKARTA

Scan QR Code di bawah atau klik tombol "Donasi Sekarang" untuk memberikan Koin NU via DANA.

QR Code Koin NU via DANA
Donasi Sekarang

Terima kasih atas dukungan Anda!

Disclaimer: Koin NU ini dikelola oleh PCNU Purwakarta.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ribuan Kasus Keracunan di Program MBG, Siapa yang Harus Bertanggung Jawab?

25 September 2025 - 12:43 WIB

[OPINI] Gus Yaqut, KPK, dan Nama PBNU yang Disebut-sebut

20 September 2025 - 19:36 WIB

[OPINI] IPNU Purwakarta: Pemimpin Baru yang Hanya Jadi Wayang

14 September 2025 - 15:47 WIB

Menguji Demokrasi Indonesia Pasca Reshuffle Kabinet

10 September 2025 - 09:43 WIB

Masyarakat dan Polisi: Dua Korban dalam Tata Kelola Negara yang Ugal-ugalan

30 Agustus 2025 - 08:47 WIB

Hidangan Mewah di Atas Darah Rakyat

29 Agustus 2025 - 11:42 WIB

Trending di Opini