Oleh Dzikri Abazis Subekti, S.H., M.H.
Sebagai seorang akademisi sekaligus putra Jawa Barat, saya merasa hati ini teriris menyaksikan kenyataan yang kian hari semakin memprihatinkan. Di sudut-sudut kota, penjual kaki lima bukan lagi menjual dagangannya, melainkan gerobak tempat mereka mencari nafkah. Bukan karena ingin beralih profesi, melainkan karena desakan perut yang tak bisa lagi menunggu janji manis kebijakan.
Di pasar-pasar tradisional, suasana yang dulu riuh kini perlahan sunyi. Satu per satu pedagang gulung tikar karena daya beli masyarakat yang melemah dan biaya operasional yang terus melonjak. Para sopir angkutan umum menahan kantuk, bukan karena kelebihan kerja, tetapi justru karena terlalu lama menunggu orderan yang tak kunjung datang.
Di pedesaan, petani menangis lirih. Harga pupuk yang melambung membuat mereka tak berdaya, sementara hasil panen yang mereka pelihara dengan peluh dan doa justru dihargai murah. Ironi ini menambah daftar panjang penderitaan rakyat kecil yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi bangsa.
Lebih menyayat lagi, di tengah situasi sulit ini, para pencari kerja mulai kehilangan harapan. Frustrasi kian menebal ketika lapangan kerja tak kunjung tersedia, sementara biaya hidup terus menanjak tanpa kompromi.
Kondisi ini bukan sekadar angka statistik, bukan pula sekadar cerita di layar televisi. Ini adalah realitas yang menyentuh hati nurani kita bersama. Realitas yang menuntut keberpihakan nyata, bukan hanya wacana. Jika suara rakyat kecil yang diam ini terus diabaikan, maka jangan salahkan jika keputusasaan berubah menjadi ketidakpercayaan kepada negara.
Sudah saatnya kebijakan ekonomi tidak hanya fokus pada angka pertumbuhan, tetapi juga keberlanjutan hidup mereka yang berada di lapisan paling bawah. Sebab, sejatinya kesejahteraan bangsa diukur dari senyum mereka yang kini perlahan pudar.
KOIN NU PURWAKARTA
Scan QR Code di bawah atau klik tombol "Donasi Sekarang" untuk memberikan Koin NU via DANA.
Donasi Sekarang
Terima kasih atas dukungan Anda!
Disclaimer: Koin NU ini dikelola oleh PCNU Purwakarta.







Tinggalkan Balasan