Menu

Mode Gelap

Opini ¡¤ 5 Agu 2025 18:49 WIB

Ketika Gerobak Lebih Berharga dari Dagangan: Potret Nestapa Rakyat Kecil

Ketika Gerobak Lebih Berharga dari Dagangan: Potret Nestapa Rakyat Kecil Perbesar

Ketika Gerobak Lebih Berharga dari Dagangan: Potret Nestapa Rakyat Kecil

Oleh Dzikri Abazis Subekti, S.H., M.H.

Sebagai seorang akademisi sekaligus putra Jawa Barat, saya merasa hati ini teriris menyaksikan kenyataan yang kian hari semakin memprihatinkan. Di sudut-sudut kota, penjual kaki lima bukan lagi menjual dagangannya, melainkan gerobak tempat mereka mencari nafkah. Bukan karena ingin beralih profesi, melainkan karena desakan perut yang tak bisa lagi menunggu janji manis kebijakan.

Di pasar-pasar tradisional, suasana yang dulu riuh kini perlahan sunyi. Satu per satu pedagang gulung tikar karena daya beli masyarakat yang melemah dan biaya operasional yang terus melonjak. Para sopir angkutan umum menahan kantuk, bukan karena kelebihan kerja, tetapi justru karena terlalu lama menunggu orderan yang tak kunjung datang.

Di pedesaan, petani menangis lirih. Harga pupuk yang melambung membuat mereka tak berdaya, sementara hasil panen yang mereka pelihara dengan peluh dan doa justru dihargai murah. Ironi ini menambah daftar panjang penderitaan rakyat kecil yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi bangsa.

Lebih menyayat lagi, di tengah situasi sulit ini, para pencari kerja mulai kehilangan harapan. Frustrasi kian menebal ketika lapangan kerja tak kunjung tersedia, sementara biaya hidup terus menanjak tanpa kompromi.

Kondisi ini bukan sekadar angka statistik, bukan pula sekadar cerita di layar televisi. Ini adalah realitas yang menyentuh hati nurani kita bersama. Realitas yang menuntut keberpihakan nyata, bukan hanya wacana. Jika suara rakyat kecil yang diam ini terus diabaikan, maka jangan salahkan jika keputusasaan berubah menjadi ketidakpercayaan kepada negara.

Sudah saatnya kebijakan ekonomi tidak hanya fokus pada angka pertumbuhan, tetapi juga keberlanjutan hidup mereka yang berada di lapisan paling bawah. Sebab, sejatinya kesejahteraan bangsa diukur dari senyum mereka yang kini perlahan pudar.

 

KOIN NU PURWAKARTA

Scan QR Code di bawah atau klik tombol "Donasi Sekarang" untuk memberikan Koin NU via DANA.

QR Code Koin NU via DANA
Donasi Sekarang

Terima kasih atas dukungan Anda!

Disclaimer: Koin NU ini dikelola oleh PCNU Purwakarta.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ribuan Kasus Keracunan di Program MBG, Siapa yang Harus Bertanggung Jawab?

25 September 2025 - 12:43 WIB

[OPINI] Gus Yaqut, KPK, dan Nama PBNU yang Disebut-sebut

20 September 2025 - 19:36 WIB

[OPINI] IPNU Purwakarta: Pemimpin Baru yang Hanya Jadi Wayang

14 September 2025 - 15:47 WIB

Menguji Demokrasi Indonesia Pasca Reshuffle Kabinet

10 September 2025 - 09:43 WIB

Masyarakat dan Polisi: Dua Korban dalam Tata Kelola Negara yang Ugal-ugalan

30 Agustus 2025 - 08:47 WIB

Hidangan Mewah di Atas Darah Rakyat

29 Agustus 2025 - 11:42 WIB

Trending di Opini