nupurwakarta.or.id – Sampah di Desa Pusakamulya tampaknya mulai kehilangan “zona nyaman”-nya. Pasalnya, sekelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari STAI Al Badar, berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Purwakarta, melakukan gerakan penertiban pengelolaan sampah organik dan non-organik.
Gerakan ini bukan sekadar bersih-bersih ala foto Instagram.
Mereka membawa misi serius: mendidik warga agar tidak lagi mencampur kulit pisang dengan plastik bekas minyak goreng di satu tong sampah yang sama.
“Kalau sampah saja dibedakan, masa’ perilaku nggak bisa?” celetuk Baharudin Al Fauzi, Ketua Kelompok KKN, sambil membagikan brosur edukasi.
Menurut Baharudin, aksi ini adalah wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
“Kami tidak hanya datang untuk bawa program, tapi juga ingin mengubah kebiasaan. Sampah organik bisa jadi pupuk, sementara non-organik jangan dibiarkan jadi hantu lingkungan,” ujarnya.
DLH Purwakarta pun ikut memberi dukungan teknis.
Anie, perwakilan DLH, mengingatkan warga bahwa sampah yang tidak terkelola akan menjadi bom waktu.
“Mulailah dari rumah masing-masing. Pisahkan sampah organik dan non-organik, karena kalau sudah numpuk di sungai, penyesalan datangnya bukan cuma terlambat—tapi berbau,” sindirnya.
Langkah ini diharapkan bukan cuma jadi momen KKN yang heboh di awal lalu redup di akhir, tapi menjadi kebiasaan baru warga Pusakamulya. Karena, seperti kata pepatah yang dimodifikasi mahasiswa KKN, “Sampahmu, tanggung jawabmu. Jangan harap lingkungan wangi kalau tong sampahnya saja bau.”
KOIN NU PURWAKARTA
Scan QR Code di bawah atau klik tombol "Donasi Sekarang" untuk memberikan Koin NU via DANA.
Donasi Sekarang
Terima kasih atas dukungan Anda!
Disclaimer: Koin NU ini dikelola oleh PCNU Purwakarta.







Tinggalkan Balasan