nupurwakarta or.id – Program “Kitab Kuning Masuk Sekolah” yang digagas mantan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, menjadi salah satu terobosan pendidikan karakter yang dinilai sukses dan layak dijadikan teladan.
Program yang mulai berjalan pada 2016 ini menghadirkan pembelajaran kitab kuning di sekolah formal sebagai penguatan pendidikan agama sekaligus penanaman nilai moral dan adab kepada siswa.
Ketua PCNU Kabupaten Purwakarta, KH. Ahmad Anwar Nasihin, mengungkapkan bahwa dirinya terlibat langsung sejak tahap awal perencanaan program ini.
“Waktu itu saya dipercaya sebagai koordinator tim penerimaan seleksi guru kitab kuning masuk sekolah,” ujarnya di Purwakarta, Jumat 1 Agustus 2025.
Ia menambahkan, program ini membawa suasana pesantren ke sekolah-sekolah, sekaligus membuka kesempatan bagi siswa yang tidak mondok untuk merasakan tradisi belajar kitab klasik.
Dalam pelaksanaannya, siswa Muslim belajar kitab kuning sebelum jam pelajaran formal dimulai, biasanya sejak pukul 06.00 WIB. Kitab yang digunakan antara lain Taqrib dan Aqidatul Awam, diajarkan oleh guru-guru lulusan pesantren.
Pemerintah Kabupaten Purwakarta pada masa Dedi Mulyadi menyiapkan anggaran sekitar Rp10 miliar untuk membayar 582 guru rohani yang mengajar di sekolah negeri, termasuk guru kitab kuning untuk siswa Muslim dan pengajar agama bagi siswa non-Muslim sesuai keyakinannya masing-masing.
Suasana pembelajaran kitab kuning di sekolah dibuat menyerupai pengajian di pesantren. Siswa duduk lesehan di mushala atau ruang kelas, membaca kitab tipis karya ulama klasik, dan dibimbing guru yang tidak hanya mengajarkan teks, tapi juga menanamkan nilai adab dan etika.
“Anak-anak yang belajar kitab kuning sejak dini akan terbiasa sopan santun, menghormati guru, dan memahami ilmu agama secara lebih mendalam,” tutur KH. Ahmad Anwar Nasihin.
Program ini dinilai berhasil menanamkan akar pendidikan karakter berbasis nilai keagamaan dan budaya pesantren di sekolah formal.
Menurut KH. Ahmad Anwar Nasihin, keberhasilan ini membuktikan bahwa pendidikan formal bisa bersinergi dengan tradisi pesantren untuk mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman.
“Kitab kuning yang dulu hanya bisa diakses santri di Pesantren, pada pelaksanaan kebijakan Kitab Kuning Masuk Sekolah bisa dinikmati anak-anak sekolah. Ini bukan sekadar kebijakan pemerintah, tapi ladang amal jariyah yang pahalanya insyaAllah mengalir panjang,” pungkasnya.
KOIN NU PURWAKARTA
Scan QR Code di bawah atau klik tombol "Donasi Sekarang" untuk memberikan Koin NU via DANA.
Donasi Sekarang
Terima kasih atas dukungan Anda!
Disclaimer: Koin NU ini dikelola oleh PCNU Purwakarta.







Tinggalkan Balasan