Begitu juga dengan kalimat tahlil dalam setiap thariqah. Kalimat ini bak lautan yang tak bertepi. Walaupun keistimewaannya dibagi-bagi kepada Thariqat Syadziliyyah, Qadiriyyah, Maulawiyyah dan sebagainya, tak akan pernah habis. Justru kita akan melihat keagungan ilmu Allah swt yang diturunkkan kepada kita.
Karena itu, yang penting bagi kita adalah bagaimana kita bisa belajar salah satu thariqah yang sekiranya saudara mampu mengamalkan dan menjalankan ajarannya secara istiqamah. Thariqah-thariqah yang dipegang oleh para auliya’ Allah swt, diantaranya adalah: Syeikh Abdul Qadir al-Jailani, Syeikh Abu Hasan asy-Syadzili, Sayyid Ahmad ar-Rifa’i, Sayyid Ahmad al-Badawi, Syeikh Ibrahim ad-Dasuqi dan tokoh-tokoh ulama yang lain, yang semisal mereka yang saya sebutkan, tidak mungkin akan menyesatkan dengan ajarannya. Sebab, di pundak mereka ini terdapat amanah Baginda Rasulullah saw. Bukankah ulama itu waratsatul anbiya (pewarisnya para nabi)?
Karena itu pula, saya yakin para ulama itu, yang takutnya hanya kepada Allah swt, tidak mungkin akan menyesatkan kita. Jadi jelaslah bahwa thariqah yang bersumber dari para auliya’ Allah swt tersebut tidak akan lepas dari al-Qur’an dan sunnah Nabi saw. Maka kita disarankan agar masuk salah satu thariqah, tapi thariqah yang jelas kemu’tabarannya. Artinya silsilah guru-gurunya sampai kepada Baginda Nabi saw. ***
Wallohu A’lamu,
Barokallohu Fiikum.
KOIN NU PURWAKARTA
Scan QR Code di bawah atau klik tombol "Donasi Sekarang" untuk memberikan Koin NU via DANA.
Donasi Sekarang
Terima kasih atas dukungan Anda!
Disclaimer: Koin NU ini dikelola oleh PCNU Purwakarta.







Tinggalkan Balasan