Oleh: KH. Anhar Haryadi (Pimpinan Pondok Pesantren Mambaul Ulum)Â
Ungkapan “bertambah usia, berkurang umur” mengandung makna bahwa secara angka, usia seseorang memang bertambah setiap tahun, namun secara hakikat, jatah usia atau waktu hidup di dunia semakin berkurang.
Jadi, meskipun secara formal usia seseorang bertambah, namun waktu hidupnya di dunia semakin berkurang. Ungkapan ini mengingatkan kita untuk memanfaatkan waktu yang tersisa dengan sebaik-baiknya, melakukan perbuatan baik, dan introspeksi diri.
Ada dua hal yang harus bertambah seiring dengan bertambahnya usia kita:
Pertama: bertambah ilmu
Bahkan secara khusus, Allah Ta’ala berfirman kepada kekasih-Nya:
Wa qul rabbÄ« zidnÄ« ‘ilmÄ
“Dan katakanlah (wahai Muhammad): ‘Ya Rabbku, tambahkanlah ilmu kepadaku.’†(Thaahaa: 114)
Jika Allah Ta’ala memerintahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk berdoa dan berupaya agar ilmu beliau selalu bertambah, bagaimana dengan kita?
Sudahkah kita memanjatkan doa di atas?
Sudahkah kita berusaha agar ilmu kita terus bertambah, hari ini lebih banyak dari kemarin?
Dan sudahkah ilmu yang kita miliki membuat kita bertambah…
Tambah yakin kepada Allah
Tambah semangat beribadah
Tambah baik dan santun dalam bertutur dan bersikap?
Imam Syafi’i rahimahullah menegaskan:
“Ilmu bukanlah teori yang engkau hafal, namun yang bermanfaat (diamalkan) dalam kehidupanmu.†(Baihaqi dalam Al-Madkhal, 516)
Kedua: bertambah amal
Allah Ta’ala berfirman:
Wa min-hum man yaqÅ«lu rabbanÄ ÄtinÄ fÄ« ad-dunyÄ á¸¥asanah wa fÄ« al-Äkhirati ḥasanah wa qinÄ â€˜ażÄba an-nÄr
“Di antara mereka ada juga yang berdoa, ‘Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari azab neraka.’†(Al-Baqarah: 201)
Ahli tafsir menjelaskan bahwa kebaikan dunia dalam ayat ini mencakup kesehatan, rezeki yang halal dan berkah, ilmu yang bermanfaat, umur yang panjang, dan hidup yang bermakna guna menopang pengalaman agama serta kesuksesan hidup. Sedangkan kebaikan akhirat adalah ridha Allah dan keselamatan dari neraka. Dengan doa ini, orang-orang beriman yang berilmu dan beramal saleh hidupnya menjadi seimbang — lahir batin, dunia akhirat.
Waktu akan terus berjalan. Tak terasa, umur semakin bertambah, sisa waktu tinggal di dunia semakin berkurang. Ditandai dengan berubahnya warna rambut, tanggalnya gigi, melemahnya otot tubuh, berkurangnya daya ingat, daya pandang, daya dengar, dan sebagainya. Semua ini mengindikasikan satu kata: tua.
Rasulullah tercinta mengingatkan,
“Gunakan masa mudamu sebelum datang masa tuamu.†(HR. Hakim)
Untuk itu, mari kita sejenak merenung. Apakah yang kita lakukan sudah sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah? Ataukah justru menjauh dari perintah-Nya?
Diberi kesempatan usia adalah salah satu nikmat yang Allah karuniakan kepada sebagian hamba-Nya. Tidak semua mendapatkan nikmat ini. Karena itu, mengisi waktu dengan baik sesuai perintah Allah merupakan wujud rasa syukur. Apa saja yang perlu dilakukan oleh mereka yang diberi karunia usia panjang?
1. Mendekatkan diri pada Allah
Allah berfirman:
“Hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.†(QS. Ar-Ra’d: 28)
2. Zuhud pada dunia
Allah berfirman:
“Sehingga apabila ia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun, ia berdoa: ‘Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan supaya aku dapat berbuat amal saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberikan kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada-Mu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.’†(QS. Al-Ahqaaf: 15)
Ibarat karier, orang yang telah berusia senja berada di puncak. Posisi yang matang secara ilmu, amal, dan emosional. Diharapkan mereka menjadi pelopor dalam kebaikan, semangat juang, serta teladan dalam amal saleh.
3. Pergunakan waktu sebaik-baiknya
Rasulullah mengingatkan:
“Pergunakanlah lima perkara sebelum datang lima perkara yang lain. Pertama, masa hidupmu sebelum datang kematianmu.†(HR. Hakim)
Kematian adalah batas terputusnya segala amal manusia. Maka, meraih husnul khatimah adalah cita-cita mulia, khususnya bagi mereka yang telah menua. Salah satu cara meraihnya adalah dengan memperbanyak amal saleh.
4. Tinggalkan kemaksiatan dan dosa
Al-Ä«mÄn yazdÄdu wa yanquá¹£
“Iman seseorang bisa naik turun; naik dengan amal saleh, dan turun karena maksiat.â€
Semoga Allah senantiasa membimbing kita dengan hidayah dan taufik-Nya.
KOIN NU PURWAKARTA
Scan QR Code di bawah atau klik tombol "Donasi Sekarang" untuk memberikan Koin NU via DANA.
Donasi Sekarang
Terima kasih atas dukungan Anda!
Disclaimer: Koin NU ini dikelola oleh PCNU Purwakarta.







Tinggalkan Balasan