Menu

Mode Gelap

Keislaman 10 Jul 2025 13:50 WIB

Lima Kegelapan dalam Islam Serta Cara Mengobatinya

KH. Anhar Haryadi (Pengasuh Pondok Pesantren Manbaul Ulum) Perbesar

KH. Anhar Haryadi (Pengasuh Pondok Pesantren Manbaul Ulum)

Kegelapan itu ada lima, dan penerangnya pun ada lima. Jika tidak waspada, lima kegelapan itu akan menyesatkan dan memerosokkan kita ke dalam panasnya api neraka.

Namun, barang siapa teguh memegang lima pelita itu, maka ia akan selamat di dunia dan akhirat.

1. Cinta dunia (hubb al-dunya)

Rasulullah bersabda, “Cinta dunia adalah biang segala kesalahan.” (HR Baihaqi). Manusia yang berorientasi duniawi akan melegalkan segala cara untuk meraih keinginannya.

Untuk memeranginya, Abu Bakar memberikan pelita berupa takwa. Dengan takwa, manusia lebih terarah secara positif menuju jalan Allah, yakni jalan kebenaran.

2. Dosa

Kegelapan ini akan tercerahkan oleh taubat nashuha (tobat yang sungguh-sungguh). Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya bila seorang hamba melakukan dosa satu kali, di dalam hatinya timbul satu titik noda.

Apabila ia berhenti dari berbuat dosa, memohon ampun, serta bertobat, maka bersihlah hatinya. Jika ia kembali berbuat dosa, bertambah hitamlah titik nodanya itu sampai memenuhi hatinya.” (HR Ahmad). Inilah al-roon (penutup hati), sebagaimana disebutkan dalam Q.S. al-Muthaffifin (83):14.

3. Kubur

Kubur akan menjadi terang dengan adanya siraj (lampu penerang) berupa bacaan laa ilaaha illallah, muhammad rasulullah.

Nabi SAW bersabda, “Barang siapa membaca dengan ikhlas kalimat laa ilaaha illallah, ia akan masuk surga.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apa wujud keikhlasannya?” Beliau menjawab, “Kalimat tersebut dapat mencegah dari segala sesuatu yang diharamkan Allah kepada kalian.”

4. Akhirat

Alam akhirat sangatlah gelap. Untuk meneranginya, manusia harus memperbanyak amal saleh. Q.S. al-Bayyinah (98):7–8 menyebutkan, orang yang beramal saleh adalah sebaik-baik makhluk, dan balasan bagi mereka adalah surga ‘Adn. Mereka kekal di dalamnya.

5. Shirath

Shirath (jembatan penyeberangan di atas neraka) begitu gelap, dan yaqin adalah penerangnya. Yaitu, meyakini dan membenarkan dengan sepenuh hati segala hal yang gaib, termasuk kehidupan setelah mati (eskatologis).

Dengan keyakinan itu, kita akan lebih aktif mempersiapkan bekal sebanyak mungkin menuju alam abadi (akhirat).

اللهم صلِّ على سيدنا محمدٍ وعلى آل سيدنا محمدٍ

 

KOIN NU PURWAKARTA

Scan QR Code di bawah atau klik tombol "Donasi Sekarang" untuk memberikan Koin NU via DANA.

QR Code Koin NU via DANA
Donasi Sekarang

Terima kasih atas dukungan Anda!

Disclaimer: Koin NU ini dikelola oleh PCNU Purwakarta.

Artikel ini telah dibaca 24 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Cara Membersihkan Dosa

23 Oktober 2025 - 08:51 WIB

Lomba MQK Hari Santri Nasional 2025: Saatnya Santri Unjuk Ilmu Kitab Kuning

9 Oktober 2025 - 20:50 WIB

Ciri-ciri Taubat Seseorang yang Diterima Allah

7 Oktober 2025 - 08:46 WIB

Siapakah Musuh Allah? Berikut Penjelasannya

6 Oktober 2025 - 08:20 WIB

Yaumul Ijtima’ PCNU Purwakarta: Perkuat Tradisi Keilmuan Kitab Kuning dan Konsolidasi Organisasi

30 September 2025 - 18:08 WIB

Menyambut Bulan Maulid: Momentum Meneladani Akhlak Rasulullah

19 Agustus 2025 - 21:37 WIB

Trending di Keislaman