Oleh: KH. Anhar Haryadi
Ketika ruh berpisah dari raga, manusia memasuki perjalanan yang tak bisa dihindari: alam kubur. Pada saat itu, semua yang kita cintai dan miliki di dunia akan tertinggal. Harta yang kita kumpulkan, jabatan yang kita banggakan, bahkan keluarga yang kita kasihi—tak seorang pun bisa menemani kita masuk ke liang lahat.
Rasulullah ﷺ bersabda, hanya amal saleh yang akan tetap bersama manusia dan menjadi penyelamatnya dari siksa kubur.
Beliau bersabda:
يَتْبَعُ المَيِّتَ ثَلَاثَةٌ: أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ، فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى وَاحِدٌ: يَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ، وَيَبْقَى عَمَلُهُ
“Yang mengiringi jenazah ada tiga: keluarganya, hartanya, dan amalnya. Dua akan kembali, satu akan tinggal. Keluarga dan hartanya akan pulang, sedangkan amalnya tetap menemaninya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Amal saleh digambarkan sebagai teman yang setia. Dalam sebuah hadis, Rasulullah ﷺ menceritakan keadaan seorang mukmin di alam kubur:
و يَأْتِيهِ رَجُلٌ حَسَنُ الْوَجْهِ ، حَسَنُ الثِّيَابِ ، طَيِّبُ الرِّيحِ … فَيَقُولُ : أَنَا عَمَلُكَ الصَّالِحُ
“Lalu datang kepadanya seorang lelaki berwajah tampan, berpakaian indah, dan beraroma wangi. Ia berkata: ‘Bergembiralah dengan kabar yang membahagiakanmu, inilah hari yang dijanjikan kepadamu.’
Si mayit bertanya, ‘Siapa kamu? Wajahmu membawa kebaikan.’
Ia menjawab, ‘Akulah amal salehmu.’” (HR. Ahmad)
Para salafus saleh mengingatkan kita dengan nasihat yang dalam:
صَاحِبْ مَنْ تُصَاحِبْ، فَوَاللّٰه لَنْ يُصَاحِبَكَ فِي قَبْرِكَ إِلَّا عَمَلُكَ الصَّالِحُ
“Bersahabatlah dengan yang kelak akan menemanimu. Demi Allah, tak ada yang akan menemanimu di kubur selain amal salehmu. Maka perbaikilah persahabatanmu dengannya, niscaya ia akan menjadi sahabat terbaikmu di alam kubur.”
Kematian adalah tamu yang pasti datang, meski tak diundang. Tak seorang pun tahu kapan dan di mana ajal menjemputnya. Imam Al-Ghazali mengingatkan murid-muridnya: “Yang paling dekat dengan manusia adalah kematian,” karena ajal adalah rahasia Allah.
Allah Ta‘ala berfirman:
وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ
“Setiap umat memiliki batas waktu. Apabila ajal mereka telah tiba, mereka tidak dapat menundanya sesaat pun dan tidak dapat pula memajukannya.” (QS. Al-A‘raf: 34)
Dan Allah juga menegaskan:
وَلَنْ يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا ۚ وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
“Allah tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila ajalnya telah tiba. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Munafiqun: 11)
Maka selagi nyawa masih dikandung badan, perbaikilah amal kita. Jadikan ia sahabat terbaik, agar kelak menjadi penolong di alam kubur dan di akhirat.
Penulis adalah Pimpinan Pondok Pesantren Mambaul Ulum Wanayasa.
Semoga Allah meneguhkan kita untuk selalu beramal saleh dan menjauhkan kita dari siksa kubur. Aamiin ya Rabbal ‘Alamiin.
KOIN NU PURWAKARTA
Scan QR Code di bawah atau klik tombol "Donasi Sekarang" untuk memberikan Koin NU via DANA.
Donasi Sekarang
Terima kasih atas dukungan Anda!
Disclaimer: Koin NU ini dikelola oleh PCNU Purwakarta.







Tinggalkan Balasan