“Kerjasama dengan balai besar BBPPD Kementerian Desa PDTT ini memfasilitasi kegiatan masyarakat desa dalam peningkatan soft skill, salah satunya melalui pelatihan pembuatan produk berbasis potensi lokal desa masing-masing,” tambah Wawan.
Sebagai salah satu pilot project di Jawa Barat, program ini mencakup empat kabupaten, yaitu Karawang, Purwakarta, Kuningan, dan Sukabumi.
Setiap kabupaten mengikutsertakan delapan desa yang ditunjuk langsung oleh Kemendes PDTT. Di Purwakarta sendiri, desa-desa yang terlibat antara lain Desa Tegalsari, Desa Kembang Kuning, Desa Cibukamanah, Desa Benteng, Desa Pusakamulya, Desa Cidahu, Desa Gununghejo, dan Desa Cilalawi.
Wawan juga menjelaskan bahwa program ini diarahkan untuk memperkuat isu inklusi sosial dan akuntabilitas sosial, di mana golongan marginal seperti lansia, ibu kepala rumah tangga, dan penyandang disabilitas akan mendapatkan advokasi. Mereka juga difasilitasi untuk berpartisipasi aktif dalam pemerintahan desa.
Penguatan Kebijakan untuk Keberlanjutan
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program P3PD yang sudah berjalan selama tiga semester, di mana Lakpesdam PBNU telah mencapai beberapa capaian signifikan. Hingga Juni 2024, sebanyak 223 desa telah mengeluarkan SK sekolah lapang dengan melibatkan 5.575 pengurus sekolah lapang dan menguatkan kapasitas warga desa dalam perencanaan pembangunan sebanyak 7.740 orang.
Namun, program ini tidak hanya berfokus pada pencapaian kuantitatif.
“Capaian tersebut perlu didorong bersama-sama, tidak hanya pada capaian kuantitatif namun juga kualitatif, berkenaan substansi pendampingan program dalam memperkuat isu inklusi sosial dan akuntabilitas sosial,” ungkap Wawan.
Baca Juga :
PAC Ansor Kecamatan Darangdan Persiapkan Konferancab di Akhir Masa Khidmat
Pada semester akhir program ini, diharapkan ada kebijakan desa yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan lokal untuk mendukung keberlanjutan program. Kolaborasi dengan mitra strategis dan komitmen pemerintah daerah sangat diperlukan dalam mendorong keberlanjutan program ini.
Kolaborasi Berkelanjutan
Acara ini juga dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan dari DPMD Kabupaten Purwakarta, Bappeda Kabupaten Purwakarta, Tim Hukum Pemda Purwakarta, dan PCNU Purwakarta. Mereka bersama-sama menyusun strategi agar program ini bisa berkelanjutan dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat desa.
Dengan adanya perumusan regulasi desa yang inklusif dan partisipatif, delapan desa di Purwakarta ini diharapkan mampu menjadi contoh bagi desa-desa lain di Indonesia dalam hal pemberdayaan masyarakat dan inklusi sosial. Program P3PD ini menunjukkan bahwa dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan masyarakat, desa-desa di Indonesia bisa lebih maju dan inklusif.***
Kontributor: Enjang Sugianto/LPPNU
Editor: Sahril Sidik
KOIN NU PURWAKARTA
Scan QR Code di bawah atau klik tombol "Donasi Sekarang" untuk memberikan Koin NU via DANA.
Donasi Sekarang
Terima kasih atas dukungan Anda!
Disclaimer: Koin NU ini dikelola oleh PCNU Purwakarta.







Tinggalkan Balasan