“Mengecam membawa-bawa nama besar Gus Dur untuk kepentingan pribadi atau segelintir orang,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa aksi tersebut tidak mencerminkan sikap sebagai warga NU maupun sebagai santri Gus Dur.
“Jika masih merasa sebagai warga NU, pikirkan saja bahwa PBNU itu ada jajaran musytasyar, ada para kyai syuriah, pasti ada guru-gurunya. Jika ngaku santri, jika ngaku warga NU, tentu tak usah dijelaskan lagi selanjutnya,” ungkap Deni.
Baca Juga :
LP Ma’arif NU Purwakarta Gelar Peringatan Hari Anak Nasional dan Luncurkan Unit Layanan Disabilitas
Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Aliansi Santri Gus Dur tersebut menuntut Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, dan Sekretaris Jenderal PBNU, KH Saifullah Yusuf, untuk mundur dari jabatannya.
Menurut Koordinator Aksi, Muhammad Sholihin, Gus Yahya dan Gus Ipul dianggap telah melakukan upaya-upaya yang menyimpang dari tujuan besar PBNU.
“Tuntutannya, ketika melanggar muktamar, siapa pun ketua umum yang mengawal-menakhodai ini harus mundur,” kata Sholihin pada Jumat, 2 Agustus 2024.
“Jangan justru membangun manuver-manuver politik yang memecah belah umat dan rakyat,” tambahnya.
Pernyataan keras dari Deni Ahmad Haedari ini menegaskan sikap PW Ansor Jawa Barat dalam menjaga kehormatan dan marwah PBNU sebagai pusat pemikiran dan gerakan NU. ***
KOIN NU PURWAKARTA
Scan QR Code di bawah atau klik tombol "Donasi Sekarang" untuk memberikan Koin NU via DANA.
Donasi Sekarang
Terima kasih atas dukungan Anda!
Disclaimer: Koin NU ini dikelola oleh PCNU Purwakarta.







Tinggalkan Balasan