Menurut KH. Ahmad Anwar Nasihin, pemimpin yang ideal harus mampu menjaga agama sebagai pondasi kehidupan umat.
Setiap kebijakan yang diambil harus mendatangkan manfaat (maslahah) dan menghindarkan mudharat.
Untuk mencapai kepemimpinan yang sesuai prinsip maqasidus syariah, dibutuhkan instrumen atau sarana yang tepat.
Baca Juga : Soal Pilkada 2024, Ketua PCNU Purwakarta: Tidak Perlu Takut Berbeda Pilihan, yang Penting Bersatu
“Wasilah adalah sarana atau sistem yang digunakan untuk mencapai tujuan. Dalam konteks pemilihan pemimpin, metode yang digunakan pada masa awal Islam mungkin berbeda dengan masa kini. Namun, yang terpenting adalah efektivitas sistem tersebut dalam menjamin kemaslahatan,” jelas KH. Anwar pada Sabtu (22/11).
Demokrasi yang Dewasa sebagai Pilar Pemilihan Pemimpin
KH. Anwar juga menekankan pentingnya sistem pemilihan yang matang dan didukung oleh kedewasaan politik rakyat serta politisi.
Ia menyoroti beberapa hal penting dalam proses pemilihan:
- Menghindari politik uang.
- Menjunjung sikap siap menang dan kalah.
- Menilai calon pemimpin berdasarkan logika dan program kerja yang unggul.
Baca Juga : Ditengah Perhelatan Pilkada Purwakarta 2024, PCNU Harapkan Ini
KOIN NU PURWAKARTA
Scan QR Code di bawah atau klik tombol "Donasi Sekarang" untuk memberikan Koin NU via DANA.
Donasi Sekarang
Terima kasih atas dukungan Anda!
Disclaimer: Koin NU ini dikelola oleh PCNU Purwakarta.







Tinggalkan Balasan